|
|
| |
Persiapan
dan Perencanaan Perjalanan Panjat Tebing
Sebelum
ngadain perjalanan manjat ama temen2, pertimbangkan hal-hal berikut:
Besar
kecilnya sebuah tim: Usahakan yang mau manjat jangan terlalu
banyak sekitar 6 orang. Kalo lebih dari itu pecah menjadi 2 group
dan semua peralatan juga harus disiapkan untuk 2 group. Dengan dipecahnya
2 group ini kamu bisa tetep manjat rame-rame tapi lebih terkoordinir
dan impak terhadap lingkungan juga lebih minimal.
Dana: Tunjuk satu bendahara yang bertanggung jawab
atas keuangan untuk biaya bensin, dan makanan juga snack yang bakal
dibagi bersama.
Transportasi: Siapa yang bakal minjemin mobilnya
atau mau pake angkutan umum. Keputusan ini kadang dipengaruhi juga
oleh jumlah peralatan yang bakal kita bawa.
Suplai peralatan dan makanan:
Kita mau urunan atau bawa masing-masing. Kalo bawa makanan masing2,
saling mengingatkan atau sebarkan ceklis daftar peralatan dan makanan
wajib yang harus dibawa.
Target yang akan dicapai beyond having fun: Untuk
sebagian pemanjat mereka cuma ingin berasyik ria dan bersenang-senang
dan sebagian lainnya punya target untuk manjat rute ini atau itu.
Jelaskan keinginan, rencana dan target kamu ke temen-temen seperjalanan
lainnya biar nanti pada saatnya nyampe di tebing kita udah tau dan
saling ngerti akan apa yang masing2 anggota inginkan. Jangan sampe
terjadi bentrok satu pemanjat ingin menetap dan manjat terus satu
rute tertentu sedangkan sebagian lainnya pengen cari rute lain.
Personalitas: Karena sifat kita bermacam-macam,
saling mengerti lah dan jangan selalu ingin menang sendiri. Kebersamaan
lebih penting ketimbang kepuasan pribadi, jadilah seorang petualang
yang ingin temen-teman seperjalanan merasa senang terlebih dahulu.
Kemampuan dan pengalaman anggota: Kamu juga harus
tau pengalaman dan kemampuan anggota dalam hal memanjat dan berpetualang
di alam bebas. Ribet entar jadinya kalo semua anggota udah senior
kecuali satu yang masih amatir dan juga "anak mami". Jelaskan
jauh2 hari sebelumnya sama anggota baru akan beratnya medan dan
hidup yang independen di perjalanan manjat biar dia enggak kaget
atau juga rewel minta pulang.
Komitmen anggota: Semua anggota harus berkomitmen
untuk menjadikan perjalanan ini satu petualangan yang sukses dan
menyenangkan.
Pemimpin: Pilih satu pemimpin yang bisa ditentukan
oleh senioritas dan juga pengalaman dan keahlian. Pemimpin atau
orang yang dituakan diperlukan karena terkadang dengan anggota yang
banyak dan sifat, personalitas juga mood yang bermacam-macam sulit
banget untuk ngambil satu keputusan. Ketua harus handal dalam menangani
situasi seperti ini dengan mengutamakan keinginan mayoritas anggota.
Dan semua anggota juga harus nurut ama pemimpin meskipun keputusan
yang diambil kadang enggak sesuai dengan keinginan pribadi.
Dokumentasi:
kalo mau nunjuk seseorang jadi seksi dokumentasi bukan berarti dia
doang yang motret terus2an. Entar kalo udah balik dari perjalanan
dan liat photo2nya seksi dokumentasi bakal jengkel karena dia enggak
ada di photo. Gantian lah ngambil photonya biar adil.
Pencarian informasi
Tempat kemping: termasuk kondisi, biaya, peraturan
dll
Perkiraan cuaca: kalo bakal hujan peralatannya
disesuaikan juga atau perjalanannya ditunda.
Akses, yaitu jalan setapak atau juga perijinan
untuk menuju dan menggunakan arean tertentu.
Rute dan evaluasi: Bagusnya sih salah seorang anggota survey
dulu ketempat yang mau dituju. Tapi kalo mau lebih menantang enggak
perlu survey cuma cari info sebanyak mungkin.
Pertolongan Pertama: Yang namanya kecelakaan enggak bisa
ditebak. Informasi tentang rumah sakit, puskesmas atau tukang urut/pijat
terdekat harus dimasukkan dalam daftar paling atas. (top of the
list)
Buku Guide/ Petunjuk Informasi atau Pemanjat
Lokal: bisa jadi aset yang tak ternilai
Plan B: apa yang harus dilakukan kalo .... sesuatu yang
tak diharapkan terjadi? Improvisasi tapi tetaplah berhati-hati dan
keselamatan semua anggota selalu menjadi kepedulian nomor satu.
Waktu Pemanjatan: Rencanakan dengan penuh realitas dan
jangan bermuluk-muluk. Jangan terlalu cepat atau terlalu lambat
dan ingat pemanjat juga punya kehidupan dan kegiatan lain, mereka
harus pulang ke rumah dan kembali kerja ke kantor biar bisa making
money dan ngumpulin duit untuk perjalanan manjat berikutnya. Kalo
udah saatnya pulang, ya pulanglah meskipun belum merasa puas. Kalo
udah seratus persen terasa puas kamu enggak bakalan punya rasa rindu
untuk kembali.
|
|