|
Enggak
jarang kalo kita liat photo-photo pemanjatan tebing atau dinding
lokal di Indonesia yang disitu masih terlihat si pemanjat merayap
dinding dengan kaki "nyeker" alias telanjang. Kenyataan
ini perlu dikagumi karena keinginan manjat yang keras kaki nyeker
pun enggak menjadi hambatan dan ini bisa dimaklumi mengingat mahalnya
harga sepatu panjat tebing. Saya pribadi lebih setuju kalo pemanjatan
dilakukan dengan septu tennis atau sport ketimbang kaki nyeker
untuk menghindari kecelakaan atau luka pada kaki yang akhirnya
berakibat kegiatan panjat memanjat harus berhenti.
Sudah sering saya sebutkan bahwa sepatu panjat tebing adalah investasi
pertama dan paling utama yang harus dipunyai dan direalisasi…jangan
ngimpi terus pengen sepatu panjat!!!! Mulailah menabung buat sepatu
dan kesampingkan dulu gear keren lainnya seperti harnes buatan
Petzl atau Belay device GRIGRI. Sekeren-kerennya peralatan panjat
tebing kamu kalo manjatnya masih dengan kaki nyeker sungguh amat
memalukan dan terliat sangat amatir.
Memilih
Sepatu Impian
Untuk memilih sepatu idaman ada banyak pertimbangan yang harus
dilihat dan yang paling utama, seperti udah disinggung diatas,
yaitu masalah dana. Kalo keuangan sangat terbatas cari sepatu
bekas yang masih dalam kondisi baik untuk digunakan, dan kalo
duit enggak menjadi masalah baru kita bisa bicara masalah teknis
dibawah ini:
Tingkat
kemahiran kamu memanjat
Kalo kamu baru memulai memanjat jangan menghabiskan uang untuk
membeli La Sportiva Testarossa atau Five Ten Anasazi. Karena teknik
kaki yang belum mahir para pemanjat pemula atau amatir lebih cepat
menghabiskan bagian karet sol sepatu. Makanya cari yang murah-meriah
aja biasa tipe ini disebut all-purpose atau untuk berbagai tipe
pemanjatan karena tipe ini biasanya sangat nyaman dan tahan lama.
Untuk yang udah pro biasanya mereka memiliki lebih dari satu pasang
high-performance sepatu panjat dan benar-benar memakai sepatu
yang dikhususkan untuk jenis pemanjatan.
Kalo
kamu udah terbiasa pake sepatu kelas menegah dan mahir saya ingatkan
jangan kembali membeli sepatu murahan yang dipasarkan untuk pemula
karena enggak ada untungnya. Dari pengalaman pribadi penulis yang
udah pake sepatu La Sportiva Miura cukup lama dan saking cintanya
enggak ingin Miura-nya cepet jebol dan berkeputusan untuk membeli
sepatu ekstra yang lebih murah untuk training didinding panjat.
Setelah membeli sepatu La Sportiva Mamba yang dikhususkan untuk
para pemua barulah datang seribu penyesalan…sepatu Mamba-nya
enggak pernah dipake karena emang susah banget dipake majat-memanjat
dengan alasan sepatunya keras, enggak sensitif, sol muka depan
terlalu lebar jadi enggak bisa dipake untuk pocket, susah untuk
dipasang-lepas meskipun dia jenis slipper dan seratus satu alasan
lain yang membuat saya mengutuk sepatu model Mamba tsb.
Jenis
Rute, Teknik dan Ragam Pemanjatan
Jenis rute bisa berupa belahan/ rekahan tebing, atau face climbing
dengan muka tebing dengan tonjolan-tonjolan cadas atau bisa juga
muka tebing dengan lobang dan kantong-kantong kecil untuk penempatan
jari dan kaki.
Teknik
yang dimaksud disini yaitu seperti smearing, edging dan heel hooking
dll.
Untuk
jenis pemanjatan contohnya sport climbing, trad atau juga bouldering.
Untuk crack climbing biasanya dipilih sepatu yang lebih keras
dengan perlindungan pergelangan dan mata kaki (seperti sepatu
boot ) meskipun tipe ini makin jarang peminatnya. Dengan sepatu
keras rasa sakit yang ditimbulkan oleh penguncian kaki pada retakan
tebing bisa dikurangi. Sedangkan untuk sport climbing, tergantung
dari fitur muka tebing, biasanya dipilih sepatu yang hebat buat
edging dan pocket dan sepatu ini biasanya lebih sensitif dan agresif
ketimbang sepatu untuk manjat crack. Sensitif artinya dengan mengenakan
sepatu tsb kaki kamu masih bisa merasakan bentuk permukaan tebing
atau pijakan sehingga kamu bisa lebih mudah dalam mengontrol penempatan
kaki. Agresif artinya sepatu ini hampir selalu cocok untuk pemanjatan
aneka ragam muka tebing dan kamu sangat jarang terpeleset dengan
menggunakan sepatu ini sehingga membuat pemanjatan lebih mudah
dan cepat. Ke agresifan ini tentunya dipengaruhi juga oleh kemampuan
si pemanjat.
Untuk
bouldering, lebih disukai sepatu yang mudah dipasang lepas seperti
slipper atau velcro dan bukannya lace-up (tali ikat). Alasan kita
memilih sepatu yang cepat dipasang lepas yaitu karena dalam bouldering
kita bertempur habis-habisan dengan rute-rute pendek deselingi
dengan banyak istirahat. Terkadang bagi para boulderer yang terobsesi
oleh satu rute indah tertentu mereka diharuskan memanjat problem
tersebut ratusan kali sampai akhirnya rute tsb jatuh ditangan
(selesai dipanjat tanpa curang). Poin penting yang perlu diingat
yaitu dalam bouldering kamu sering menghadapi banyak problem yang
menggunakan tehnik heel-hooking atau tumit kait, ironisnya sepatu
jenis velcro dan slipper bukan pilihan tepat untuk teknik ini
karena sepatu jenis ini sering terpelincir dan lepas saat digunakan
untuk heel-hooking. Pilih lah jenis sepatu yang pake tali (lace-up)
kalo kamu serius dalam penyelesaian heel-hooking problem dan dijamin
sepatunya bakal lebih jarang terlepas saat heel-hooking dikarenakan
sepatu lace-up cengkramannya terhadap kaki lebih kuat ketimbang
sepatu velcro atau slipper.
Macam-macam
konstruksi sepatu
Konstruksi sepatu terdiri dari 2 macam board-lasted dan
slip-lasted. Dari segi kecocokan dengan kaki yaitu terstruktur
dan tidak terstruktur. Model ada 4 macam: Lace-up (baca: leis-ap)
yaitu yang menggunakan tali, slipper atau slip-on, velcro dan
ada pula yang zipper/ menggunakan ritsleting. Bahan bagian atas
sepatu biasanya terbuat dari kulit tujuannya yaitu untuk kenyamanan
setelah sepatu tsb sering dipakai. Bahan lain yang digunakan dan
makin populer untuk bagian atas sepatu yaitu kulit palsu atau
sintetis yang tidak akan terlalu melar dibandingkan dengan kulit
asli.
Jenis
Sol Karet
Kehadiran "Sticky Rubber" atau karet lengket pada sol
sepatu merevolusi perkembangan olah raga Rock Climbing. Bahkan
kehadiran sepatu panjat tebing dengan karet khusus ini dianggap
curang oleh beberapa pemanjat tebing naturalis pada saat itu.
Di tahun 1939 seorang pemanjat dari Itali bernama Vitale Bramani
menciptakan karet baru untuk kegiatan manjat. Itulah sebabnya
karet tsb dinamakan VIBRAM kependekan dari nama penciptanya. Setelah
itu Pierre Alain (PA) dan Emil Bordenaulin (EB) menciptakan sepatu
panjat tebing pertama di tahun 1940-an yang dikenal dengan nama
EB yang sangat terkenal pada taun 1979. Jenis karet yang digunakan
waktu itu sangat keras. Sepatu panjat tebing ini kemudian dilanjut
populerkan oleh Boreal. Sejak itu sol karet yang lengket ini menjadi
keharusan bagi setiap pemanjat tebing. Ada bebagai jenis karet
yang digunakan pada sepatu panjat tebing. Umumnya setiap perusahaan
pembuat sepatu mempunyai formulasi tersendiri dalam merancang
campuran kimia karet sol sepatunya dan memberi nama istimewa untuk
karet mereka seperti karet Vibram dari La Sportiva, Stealth c4
dan Stealth Onyx dari Five Ten , Gryptonite dari Montrail, FS-QUATTRO
dari Boreal dan lain-lain. Meskipun bahan pembuatan karet dan
nama sol sepatu yang berbeda, pada prinsipnya kesemua merek sepatu
panjat tebing terkenal didunia enggak jauh berbeda
dari segi kelengketan di tebing meskipun dari
sisi keawetan jangka panjang dan kualitas pembuatan bisa dibilang
beraneka ragam.
Cocok
dan Pas, harus itu!
Cari seketat mungkin. Awalnya sakit enggak apa-apa
dan kamu enggak bakalan rugi. Cara yang gampang untuk memilih
ukuran ketat yaitu cari sepatu seketat- ketatnya tapi jangan sampe
terasa sakit, sekali lagi benar-benar ketat. Setelah kamu dapat
ukurannya misalnya 39 EURO, sepatu yang kamu beli ukurannya harus
turun satu atau setengah angka yaitu 38 atau 38 1/2. Dengan ukuran
yang lebih kecil ini kaki kamu bakal sakit tapi kalo udah dipake
lama dan melar, bakal pas banget dan enggak kegedean. Just perfect!
Ingat, waktu mau beli sepatu jangan lupa melepas kaos
kakimu. Untuk sepatu yang high performance jari kaki
harus menekuk dikit dan menyentuh bagian muka sepatu.
Stretch antara sintetis dan kulit. Kulit asli
lebih disukai karena bakal lebih nyaman tapi teknologi kulit sintetis
juga udah sangat canggih bikin kulit "palsu" tersebut
lembut, enak dipake dan sangat kuat. Yang sintetis enggak bakalan
melar banget ketimbang yang buatan kulit asli.
Eggak ada ukuran pasti diantara berbagai merek. Ada tiga
jenis ukuran sepatu yaitu EURO (Eropa= 2 digit) , US (Amerika=1
digit) dan UK (Inggris=1 digit dan biasanya satu angka lebih rendah
dari ukuran US). Pada kenyataannya walaupun angka ukurannya sama
kalo merek sepatu berbeda maka ukuran sebenarnya juga berbeda,
jadi kamu enggak beoleh membeli sepatu sekedar dari melihat angka
ukuran. Kamu harus mencobanya langsung atau penyesalan bakal datang
kemudian.
Perawatan
Sepatu Panjat Tebing
Merek Sepatu dan Review
Singkat
Alat berikutnya Tali Kernmantel
|