|
Tebing
alam yang yang kita panjat enggak selalu 90 derajat vertikal.
Tebing yang derajat kemiringannya lebih besar dari 90 biasa disebut
SLAB. Tergantung dari jenis batu ditebing tersebut, untuk memanjat
slab pada umumnya diperlukan banyak friksi atau kontak dari sebagian
besar karet sepatu. Pada saat memanjat tebing slab posisi badan
harus cenderung tegak lurus yang memungkinkan pusat gravitasi
yang jatuh (tekanan berat badan) sepenuhnya tertumpu pada bagian
kaki yang menempel pada tebing. Kalo kamu memanjat tebing slab
dengan posisi badanmu paralel/ sejajar denga kemiringan tebing,
kamu bakalan mudah tergelincir dan jatuh. Posisi yang salah ini
sangat populer dikalangan pemula dikarenakan rasa takut jatuh
yang membuat mereka berpikir
dengan memeluk/menempelkan badan ke tebing akan menyelamatkan
mereka.
Sedangkan
tebing yang kemiringannya lebih kecil dari 90 derajat biasa disebut
OVERHANG kecuali Nol derajat kemiringan atau sepenuhnya horisontal
disebut ROOF (atap). Untuk memanjat tebing overhang diperlukan
kekuatan yang tinggi dan tehnik memanjat yang baik. Salah satu
kekuatan yang penting yaitu core strength atau kekuatan otot-otot
perut kita, kenapa demikian? Karena otot perut inilah yang diperlukan
untuk menjembatani kekuatan tangan dan kekuatan kaki sehingga
badan akan tetap dekat dengan tebing yang akan membuat kita lebih
mudah untuk mengontrol keseimbangan. Untuk memperkuat otot perut
ini sering-seringlah melakukan CRUNCH atau juga SIT-UPS, ini bagus
supaya
perut enggak buncit buanget :-)
Lebih bagus lagi kalo kamu melakukan olah raga kelenturan dan
kekuatan
PILATES (seperti YOGA hanya lebih terfokus pada kekuatan otot
perut).
Tip-tip
dibawah ini bisa digunakan untuk memanjat tebing overhang:
1.
Manjat dengan cepat. Saat kamu memanjat tebing overhang kamu bakalan
lebih cepat cape dan akhirnya jatuh. Dengan memanjat cepat kamu
menggunakan energi kamu se-efeektif dan se-efeisien mungkin. Ini
bukan
diartikan kamu memanjat dengan kaku dan enggak karu-karuan. Memanjat
dengan cepat artinya kamu harus cepat dalam mengambil keputusan
dimana
kamu bakal menempatkan kakimu dan pegangan mana yang akan kamu
sambar berikutnya.
2.
Pertahankan tiga titik kontak atau dalam bahasa inggris sering
disebut "Three points of Contact". Rumus ini udah bukan
rahasia lagi dan dikenal sebagai aturan dasar memanjat tebing
untuk para pemula. Kita punya empat titik kontak saat kita memanjat:
2 tangan dan 2 kaki. Pada saat kita melakukan gerak vertikal usahakan
tiga titik tetap menempel yaitu dua kaki dan satu tangan, atau
sebaliknya; dua tangan dan satu kaki. Artinya, kita memindahkan
hanya satu titik kontak setiap saat kita bergerak. Kalo kedua
kakimu terlepas maka kedua tanganmu akan menahan berat badan sepenuhnya
(seperti pada saat melakukan pull-ups) dan ini sangat melelahkan.
Dan kalo kedua tanganmu terlepas pada saat manjat tebing overhang
maka kamu sudah pasti bakal terjungkal dan melayang jatuh bo!
Ngerti kan maksudnya?
3.
Pada saat posisimu kukuh/solid (pegangan dan tumpuan kaki sangat
bagus dan mendukung) istirahatlah dan lenturkan/stretch, goyang-goyangkan/shake
tangan dan jari-jari kamu supaya otot-ototmu lebih segar untuk
mengeksekusi gerak selanjutnya. Untuk pemanjatan rute panjang
kamu harus pintar-pintar mengambil kesempatan untuk sering beristirahat.
4.
Tetaplah fokus dan bernafas dengan baik!
Semoga
berhasil.
|